Cara Penggunaan Stamper Kodok yang Benar

Kemajuan teknologi kontruksi bukan hanya dilihat dari bahan yang digunakan saja namun alat yang digunakan untuk membuat produk kontruksipun semakin berkembang pesat.

Dulu alat yang digunakan masih sederhana tetapi sekarang banyak alat bangunan yang semakin canggih dan mempercepat pekerjaan kontruksi, saya ambil contoh untuk alat kontruksi yang semakin modern yaitu dengan adanya mesin stamper kodok.

cara penggunaan stamper kodok

Apa si stamper kodok itu ? stamper kodok adalah mesin yang dirancang secara khusus untuk memadatkan paving blok yang telah terpasang agar muncul gaya saling mengunci antara paving blok itu sendiri. Supaya paving menjadi kuat dan tidak mudah bergeser maka dilakukan pemadatan setidaknya dua kali putaran.

Cara Penggunaan Stamper Kodok

Untuk mengunakan mesin stamper kodok ada cara – cara yang perlu diperhatikan,berikut adalah cara penggunaannya.

1. Cek bahan bakar

Sebelum melakukan pengoprasian sebaiknya kita mengecek bahan bakar terlebih dahulu untuk memastikan ada tidaknya bahan bakar.

Bahan bakar mesin ini menggunakan bensin dan saat mengisi bensin ke dalam tangki disarankan tidak boleh penuh karena bensin akan tumpah saat getaran mesin ketika dinyalakan.

2. Cek mur dan baut

Pengecekan mur dan baut pada mesin stamper tidak boleh terlewatkan karena bisa saja saat mesin dinyalakan untuk memadatkan tanah atau paving mur atau baut ada yang kendor bahkan bisa juga terlepas untuk itu diharapkan cek semua bagian dan kencangkan setiap mur dan baut.

3. Menghidupkan mesin

Dalam menghidupkan yang pertama dilakukan adalah membuka katup bahan bakar ke posisi terbuka kemudian atur posisi mesin ke ON.

Tarik grip pegangan secara cepat supaya mesin bunyi dan dalam keadaan menyala, setelah itu mesin stamper kodok di panaskan selama 3 sampai 5 menit dengan kecepatan paling rendah tidak boleh langsung kecepatan tinggi.

4. Menjalankan mesin

Atur kecepatan secara perlahan menuju dengan kecepatan yang dibutuhkan dan secara perlahan mesin diarahkan ketempat yang akan di padatkan pastikan kecepatan tetap stabil supaya pemadatan berjalan maksimal.

Supaya nyaman atur pegangan stamper dengan baik. Jika pemadatan dibutuhkan kembali ketempat yang sama maka dapat dilakukan dengan menjalankan ketempat yang sama.

5. Pemeliharaan dan penyimpanan

Mesin harus di rawat dan dilakukan pengecekan di setiap bagiannya terutama pengecekan saluran bahan bakar, pergantian oli pelumas di bagian penghentak.

Oli diganti setelah pemakaian 50 jam pertama dan selanjutnya 100 jam pemakian. Saat menyimpan pastikan bahan bakar sudah kosong lalu simpan di tempat kering dan agak dingin.

Setelah mengetahui pemakaian mesin mari mengenal bagian dan fungsi dari mesin stamper kodok.

  1. Mesin berfungsi mengubah rotasi pada roda gigi untuk mendapatkan gerakan vertikal dan merupakan sumber tenaga untuk pemadatan.
  2. Pegangan pengarah dan bingkai pelindung berfungsi untuk melindungi mesin untuk pegangan pengarah berfungsi untuk mengarahkan gerakan saat mesin secara horizontal memadatkan area.
  3. Kaki hentak berfungsi  memberikan tumbukan secara terus menerus terhadap permukaan yang akan diratakan dan untuk melanjutkan gerakan vertikal dengan mengandalkan pacuan mesin dan pegas.
  4. Plat tumbuk terletak di bagian bawah kaki hentak dan berfungsi menumbuk secara langsung bagian permukaan tanah.Mesin stamper ini memiliki kapasitas dan 4 jenis yang berbeda yaitu Vibratory Plates Wacker Neusion AP 1550R, Vibratory Plates Compactor WACKER NEUSON MP 15, Vibratory Plates Compactor WACKER NEUSON MPU 29, Vibratory Plate Wacker Neuson BPU 3050A.

Demikian uraian tentang cara penggunaan mesin stamper kodok  yang berhasil dirangkum oleh tim saranamutu.co.id. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *